Selasa, September 07, 2010

MENYIKAPI RENCANA PEMBAKARAN ALQURAN OLEH KELOMPOK RADIKAL SALIBIS DI AMERIKA

(Penulis : muis wtp from papua
Mahasiswa UIN SGD bandung

Bukti Kebenaran Al-Quran :
”Orang-orang Yahudi dan Nasrani (Kristen) tidak akan pernah senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar). Dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”
(QS.Al-Baqarah:120)

Sekelompok umat Kristiani di Amerika melalui pdt.Terry Jones (Pendeta Senior Gereja Dove World Outreach Center) Florida, menyerukan kepada seluruh gereja di dunia dan warga Amerika untuk memperingati 11 September (911) dengan hari pembakaran Al-Quran internasional (International Burn a Koran Day). Propaganda keji ini telah disebarkan melalui media elektronik, surat, jaringan internet dan telah mendapat respon jutaan orang. Alasan utama mereka adalah mereka masih memahami bahwa penghancur gedung WTC adalah kelompok umat Islam yang mereka sebut dengan ”teroris”.
Berikut akan kita kemukakan beberapa fakta yang dirangkum dari berbagai sumber untuk membantah stigma yang selama ini melekat bahwa sekelompok umat Islam telah menghancurkan WTC melalui aksi bunuh diri. Fakta ini sebenarnya telah diungkap melalui berbagai media namun penguasaan kaum salibis terhadap media membuat mereka lebih berpengaruh dalam mengarahkan opini terhadap masyarakat dunia, sehingga banyak umat Islam yang ikut-ikutan mencap Islam sebagai teroris. Fakta-fakta berikut dipandang perlu untuk diketahui oleh Umat Islam dan kaum non Muslim :
1. Theiry Meyssan, wartawan asal Perancis dalam investigasinya menemukan bahwa apa yang dikatakan oleh pemerintah Amerika dan didukung oleh media massanya yang mayoritas dikuasai oleh kaum Yahudi, adalah bohong besar, (911 The Big Lie America). Versi resmi pemerintah AS menyebutkan pesawat yang meruntuhkan sayap Pentagon pada pukul 10.10 adalah Boeing 757-200. Pesawat American Airlines penerbangan 77, menurut Kastaf Gabungan AS Richard Myers berangkat dari Bandara Dulles Washington DC menuju Los Angeles sebelum pengontrol lalu lintas udara (FAA) kehilangan
jejaknya pada pukul 08.55 dan menduga pesawat itu kembali berbalik ke
Washington. Satu-satunya tindakan untuk menghadang Boeing itu, menurut Komando Pertahanan Ruang Angkasa Amerika Utara (NORAD), telah diperintahkan dua pesawat tempur F-16 dari pangkalan angkatan udara Langlely di Virginia. Tapi karena tidak tahu lokasi persis Boeing itu, pencegatan ini tidak membuahkan hasil. Pertanyaannya, tulis Meyssan (hal. 17-18), bagaimana kita percaya bahwa sistem radar militer AS mandul dalam menentukan lokasi sebuah Boeing di dalam zona hanya beradius beberapa puluk kilometer ?. Atau sebuah pesawat jet berbadan gemuk dapat mengecoh dua pesawat militer yang memburunya ?. Kalaupun berhasil mengelabui F-16 itu, si Boeing dengan mudah akan ditembak jatuh saat mendekati Pentagon. Apalagi sistem pertahanan Pentagon telah direvisi setelah insiden pendaratan pesawat Cessna 150l (1994) di lapangan Gedung Putih. Selain itu, sistem pertahanan antipesawat terbang terdiri dari lima rangkaian rudal yang dipasang di puncak Pentagon dan sejumlah pesawat
tempur bersiaga di pangkalan udara kepresidenan Saint Andrews. Yakni
Wing Tempur 113 Angkatan Udara dan Wing Tempur 321 Angkatan Laut,
yang dilengkapi F-16 dan F/A-18.
2. Untuk menimbulkan kerusakan yang besar, si Boeing harus menyusup ke
atap sehingga mampu memporak-porandakan bangunan seluas 2.900 m2, yang
berstruktul orisinal dengan lima ring konsentrik. Tapi mengapa Si Boeing memilih menghantam salah satu bagian muka, meskipun tingginya hanya sekitar 25 meter?, Anehnya, dalam melakukan serangan, Si Boieng tetap terbang horisontal namun turun secara vertikal tanpa merusak lampu sepanjang jalan raya disepanjang lahan parkir Pentagon dan jejaknya tidak menimbulkan kerusakan kecuali menghantam hanya satu tiang parkir. Keanehan lainnya, ternyata tidak ditemukan bekas sayap dan badan pesawat di luar gedung.
3. Meyssan juga mengutip wawancara CNN dengan Presiden Mesir Husni
Mubarak pada 15 September 2001 dan kesaksian Danielle O'Brieon, seorang pengawas lalu lintas udara di Bandara Dulles kepada ABC News. Menurut Mubarak, "tidak ada satu intelijen pun di dunia yang mampu untuk berbicara bahwa mereka akan menggunakan pesawat komersial berpenumpang untuk menghantam menara kembar WTC dan menubruk Pentagon. Mereka yang melakukan semua itu harus terbang di area itu dalam waktu cukup panjang...., dia harus cukup sering terbang di area ini untuk mengetahui rintangan-rintangan ketika ia terbang sangat rendah dengan pesawat besar komersial untuk menabrak Pentagon di suatu titik khusus. Pasti ia tentu telah banyak sekali terbang di area ini. Saya berbicara sebagai seorang mantan pilot, saya tahu benar perkara
itu, saya menerbangkan pesawat besar, saya menerbangkan pesawat tempur, saya tahu banyak hal tentangnya, ini bukan masalah gampang, sehingga saya kira kita sekarang tidak boleh tergesa-gesa membuat kesimpulan." (hal. 26)
4. Sementara Danielle O'Brien menyatakan bahwa perilaku pesawat udara itu seperti yang terdeteksi radar adalah terbang dengan kecepatan 500 mil/jam aman dan mula-mula mengarah ke udara yang dilindungi di sekitar Gedung Putih dan Ibukota, kemudian berbelok tajam mengarah Pentagon. Berdasarkan kecepatan dan kemudahannya dalam bermanuver, mustahil itu pesawat komersial, dan pasti pesawat militer. Kesaksian ini dan pengamatan lain mungkin bersesuaian dengan terbakarnya salah satu generasi terakhir rudal tipe AGM, yang dilengkapi muatan penuh dan hulu ledak BLU uranium yang diperkaya, dan dipandu oleh GPS. Jenis senjata ini bekerja menyerupai sebuah pesawat terbang sipil kecil, meski dia bukan merupakan pesawat. Rudal ini menghasilkan suara bising mendesing seperti suara pesawat tempur (yang juga dituturkan banyak orang di dalam mobil sedang melintas di atas jalan raya samping Pentagon saat kejadian), dapat
dipandu dengan presisi cukup tinggi untuk masuk ke bangunan berjendela, dapat menembus baja yang terkeras, dan bisa mengakibatkan nyala api seketika yang melepaskan panas 3.000 derajat Fahrenheit. Hanya rudal angkatan bersenjata AS yang melontarkan sandi bersahabatlah yang bisa memasuki ruang udara Pentagon tanpa memprovokasi serangan rudal balas. Serangan ini hanya dapat dilakukan oleh personel militer terhadap personel militer AS lainnya.
5. Bagaimana dengan serangan ke WTC ?. Menurut Meyssan, "serangan itu bukan diperintahkan oleh seorang fanatik yang percaya bahwa dirinya sedang mengirimkan hukuman Tuhan, tetapi oleh suatu kelompok yang bercokol di dalam aparat negara AS sendiri yang berhasil mendiktekan kebijakan kepada Presiden Bush. Unsur-unsur yang kini ada dibenak kita menuntun kita yakin bahwa serangan 11 September direkayasa dari dalam aparatur negara sendiri. Bagaimanapun, kesimpulan ini tentu akan mengguncang dan menggelisahkan karena kita terlanjur percaya pada legenda ’plot Osamah’ bahwa dia seorang teroris, benarkah” ?. Fakta terbaru terungkap dari dalam lobi zionis bahwa kekuatan loby yahudi mempengaruhi kebijakan Bush untuk menyerang Iraq dengan memberi informasi salah bahwa Saddam Husain memiliki senjata pemusnah massal dan hal itu tidak pernah terbukti sampai Saddam meninggal bahkan sampai hari ini. Silakan lihat VCD Kesaksian Dari Dalam Loby Zionis - (AIPAC) mencengkram dunia. Prof. Stephen M.Walt (Harvard Univ) dan Prof. John Mearsheimer (Chicago Univ) dalam artikelnya The Israel Lobby 23 Maret 2006 telah mengungkap semua hal ini. Versi internetnya telah diunduh lebih dari 350.000 kali. Pemerintah Amerika telah mengorbankan umat Islam bahkan warganya sendiri demi kepentingan zionist. Diduga Bush ingin menguasai Timur Tengah dan menjaga cadangan minyaknya. Termasuk meraih dolar dari bisnis senjata untuk keperluan perang. Wakil presiden Bush, Dick Chenney adalah orang yang paling banyak memperoleh keuntungan dari bisnis senjata ini oleh perusahaannya yang bekerjasama dengan militer dalam memerangi Afghan dan Iraq.
6. Jerry D. Gray seorang penulis dan mantan anggota Angkatan Udara Amerika yang juga pakar sinyal ini mengungkapkan dalam bukunya The Real Truth of 911, bahwa Amerika (Goerge Walker Bush) menuduh Al-Qaidah sebagai organisasi teroris yang melakukan serangan terhadap menara WTC dan Pentagon, serta Osama bin Laden sebagai otak dari kejahatan ini. Jerry D. Gray menemukan ketidakberesan dari pernyataan yang disampaikan pemerintah AS dengan temuan para ahli. Melalui bukunya, Jerry membeberkan bukti-bukti yang ditemukannya, termasuk foto-foto yang sebelumnya tidak pernah dipublikasikan oleh Pemerintah AS, disertai analisisnya yang tajam. Ditegaskan bahwa serangan ini tidak mungkin dilakukan oleh jaringan teroris yang menurut pernyataan Pemerintah AS hanya bersenjatakan pisau lipat dan dengan kemampuan mengemudikan pesawat yang buruk. Apakah tidak seorangpun penumpang mampu melawan pria yang menggunakan pisau lipat ?, apakah pria pembajak ini pemain kungfu handal ?. Sedangkan pesawat yang dibajak telah dilengkapi dengan fasilitas yang canggih dan pilot-pilot yang tangguh, bahkan beberapa pilot adalah mantan perwira militer Amerika. Begitu juga tidak mungkin gedung Pentagon yang selalu dilindungi sistem keamanan yang canggih dapat ditorobos oleh lawan. Menara WTC dan gedung Pentagon terletak di kawasan yang selalu dilindungi secara ketat oleh Pemerintah AS. Setiap ada pesawat yang melintasi daerah tersebut, maka jet-jet tempur Amerika spontan akan segera melakukan penyergapan dan penyelidikan. Namun dalam peristiwa ini tak satu pun jet-jet tempur yang bereaksi. Seolah-olah ada yang memberikan perintah kepada mereka untuk tetap tinggal di tempat. Jerry D.Gray telah memeluk Islam karena hidayah dari Allah Subhanahu Wata'ala dan kini ia adalah Abdurrahman. Ia juga pernah mengungkapkan konspirasi jaringan kelompok bisnis farmasi raksasa Amerika yang telah merancang beberapa jenis virus untuk merusak umat manusia dan memperoleh keuntungan finansial dari aktivitas yang tidak berperikemanusiaan tersebut, termasuk virus flu burung. Kesemua tindakan seperti ini hanya mampu dilakukan oleh teroris negara (intelijen khusus). Hanya teroris negara yang mempunyai kapabilitas untuk melakukan teror yang didukung oleh fasilitas negara, berupa dukungan anggaran yang besar, didukung oleh organisasi intelijen dan menggunakan mesin propaganda resmi.
7. Runtuhnya menara WTC merupakan suatu kejanggalan. Seharusnya menara yang ditabrak pesawat akan runtuh seperti pohon tumbang. Namun ternyata menara tersebut runtuh ke bawah, persis seperti menara yang sengaja diruntuhkan, dengan runtuh ke bawah maka kerugian dapat diminimalisasi. Ini dimungkinkan dengan dinamit yang telah dipasang pada beberapa sudut di bagian dalam menara. Begitu pula dengan gedung Pentagon, anehnya tidak ditemukannya puing-puing pesawat di lokasi tabrakan. Puing-puing pesawat akan mudah diidentifikasi meskipun telah terbakar, namun petugas pemadam kebakaran di sini sama sekali tidak menemukannya. Mengapa pula satu pesawat lainnya yang katanya direncanakan menabrak gedung putih malah tidak berhasil melakukan tugasnya namun jatuh di tempat lain yang tidak ada hubungannya dengan kejadian apapun. Amerika berkepentingan menjaga gedung putih sebagai simbol Negara.
8. Pemerintah Amerika tidak pernah melakukan investigasi khusus terhadap penyebab kecelakaan pesawat dengan memeriksa kotak hitam pesawat, sekalipun telah hancur hal tersebut semestninya dapat dilakukan dengan merujuk pada bukti-bukti lain.
9. Anehnya lagi, Stasiun TV CNN berhasil mendokumentasikan peristiwa tabrakan di kedua menara WTC secara langsung. Seolah-olah mereka telah diberi tahu terlebih dahulu bahwa akan terjadi tabrakan pada jam tersebut. Sebuah aksi protes pernah dilayangkan kepada stasiun ini karena menayangkan video warga Palestina tengah bergembira dan berteriak senang sesaat setelah Gedung WTC hancur. Setelah ditelusuri seorang warga Amerika Latin menemukan bahwa video tersebut adalah rekaman lama dan tidak berkaitan dengan kasus WTC. Penduduk Palestina yang bergembira tidak dalam kaitan hancurnya WTC. Rekaman ini dipublikasikan oleh CNN untuk menstigma umat Islam bahwa mereka senang melihat WTC hancur. CNN telah meminta maaf atas penayangan rekaman tersebut namun hanya melalui internet padahal internet tidak sama dengan media televisi.
10. Pemerintah Amerika telah berusaha membunuh dan mengurangi penduduk dunia dengan perang dan pembunuhan massal. Mereka bekerjasama dengan kelompok-kelompok rahasia yahudi termasuk free mason, iluminasi, club of Rome dan lain-lain. Mereka senantiasa membuat tesa dan anti tesa dalam kehidupan ini. Penemuan 500.000 peti mati plastik di sebuah kamp militer (FEMA Camp) di Amerika membuktikan ada upaya menghilangkan nyawa warga Amerika sendiri. Penjelasan dalam format videonya dapat dilihat dalam situs youtube.com.
11. Fakta banyaknya orang yang memeluk Islam di Eropa dan Amerika menjadi alasan tersendiri mengapa kaum salibis Amerika dan yahudi semakin membenci Islam dan umat Islam.

Tidak ada komentar:

Hidup ini indah jadi jalani saja apa yang Telah di berikan oleh tuhan, memang kamu nga bs lupakan