Senin, Juni 20, 2011

Puisi Timur Sinar Suprabana:

tak habis ceritalepas kisah
tak usai kisah luncur kesah
tak rampung kesah jiwa ini resah
abadi golakan gelisah
:aku rumputan di maha sunyi
aku riuh dan waswas
dan kamu waktu yang berputar
perputaran murni harihari peradaban
dengan sederhana ke manapun setia pada edarnya
:garis lurus aku tentang sejak mula
kerna jiwa melulu rindu tikungan
begitulah lelaki
bisa sengaja sanggup sial
tanpa pernah butuh tanda baca
jauh dari titik koma
atau apa saja dan keharusan tertentu yang mestinya ada
kadangkadang ingin juga kembali ke Asal
seperti kelelawar di guanya jauh dari lintasan cahya
berikan kepak hanya pada malam saat udara kosong
tanpa angin tanpa plikplak sintuhan helaihelai dedaun
dan tanpa bulan di sebalik cadar malam
mungkin benar gelap itu Kodrat
tapi kegelapan cuma sebagian tipu daya alam
heran kamu begitu Murni
seperti kemauan yang terbebas dari hawamalam
seperti malam yang tak pernah ditinggal rembulan
seperti rembulan yang seolah bersarang di dasar samudra
dan menggerakkan pelayaran dari kedalaman maha hening
biar laju segala ke dunia baru
di luar dunia baja yang menggemuruh
di luar dunia plastik yang palsu
di luar dunia pipapipa bawah tanah yang suram
dan di luar dunia kaca yang melukai jasad dan jiwa
aku terlalu cepat lahir aku celaka dan benci usia
aku berani mati tapi Lupa hidup
lalu nafasmu menyuplai zat asam bagi paruparuku
ketika waktu mengkhianatiku dengan puisi
dan suratsurat cinta bir dan pertemuanpertemuan di hotel
dengan wanitawanita yang tak pernah sepenuhnya
benarbenar kukenal dan harus segera dilupa pada esoknya
aku letih Luruh dan Repih
lalu kepadamu aku belajar menjadi kanakkanak
pengin bisa tanpa dosa

Tidak ada komentar:

Hidup ini indah jadi jalani saja apa yang Telah di berikan oleh tuhan, memang kamu nga bs lupakan