BEBERAPA TINJAUAN MENGENAI UNSUR-UNSUR ISLAM
DALAM KEHIDUPAN INTELEKTUAL RUSIA
(Berasaskan Bahan-Bahan Kajian Para Orientalis Terpilih)
Oleh: mukhis al papua
Modern Russia has gained its glorious in scientific innovation and high technology inspired by some great intellectual and global traditions; not only that of Greek and Bizantium, but also that of Islam. Some works of moslem scientists or Islamic intellectual heritage in Medieval-Ages widely contributed in several Russian scientific traditions such as in History and Anthropology (by works of al-Thabari, al-Maqdisi, al-Idrisi, al-Mas’udi, Ibn Khurdadbih, Ibn Hauqal, Ibn Fadhlan, and Ibn Batutah), as well as in Astronomy, Physics and Maths (coloured by some works of al-Bitruji, Ulugh Bek al-Samarqandi, Ahmad ibn Majid, Nashir ald-Din al-Tusi, and Abu Raihan al-Biruni e.t.c).
Mukaddimah
Kontribusi Islam terhadap lahirnya peradaban modern di dunia Barat-Eropa telah mendapat apresiasi yang tak terbayangkan sebelumnya dari berbagai kalangan dan para sarjana dunia. Tercatat cukup banyak sarjana Barat-Eropa yang mendedikasikan dirinya dalam konteks “dialog peradaban” ini. Sebut saja misalnya Roger Garaudy1, Bernard Lewis2, Marshall Hodson3, Burns and Ralph4, W. Montgomery Watt5, Bertrand Russell, dan lainnya merupakan beberapa sarjana yang secara “relatif jujur” telah membuktikan peran kontributif Islam dalam membangun peradaban modern di Barat yang sebelumnya mengalami abad-abad kegelapan (Dark Ages). Para sarjana oriental tersebut telah satu kata dalam mengakui kenyataan bahwa Eropa mulai mengalami proses pencerahan intelektual (intellectual enlightenment) setelah terjadi kontak dan interaksi yang cukup intensif dengan peradaban Islam, baik lewat modus peperangan (terutama Perang Salib), perdagangan maupun pengiriman pelajar-pelajar Barat ke dunia Islam.
Selama beberapa abad yang lampau kontribusi Islam dalam bentuk ini memang sempat enggan diakui oleh Barat. Barat pada umumnya mengesampingkan arti penting Islam dalam proses kelahiran kembali tradisi keilmuan dan peradaban yang dewasa ini mereka nikmati. Begitu pula halnya dalam konteks pertumbuhan dan pengembangan tradisi intelektual di Rusia, terutama sekali pada era Uni-Sovet, tampaknya peran Islam acap kali tersamarkan (untuk tidak menyebutnya ditutup-tutupi) bagi kepentingan kebijakan politik anti-agama yang tengah dijalankan para penguasa.
Perlu diingat, membincang tentang Rusia akan membawa kita kepada perjalanan panjang bangsa Slavia tersebut yang melampaui beberapa periode sejarah yaitu Era Kepangeranan atau Knyazestvo (Kievskaya Russiya-Ivan IV), Era Tsarstvo (Ivan IV-Peter the Great), Era Imperium Rusia (Peter The Great-1917), Era Bolshevik (1917-1991), dan Era Pasca-Bolshevik atau Rusia Modern (1991-saat ini). Karenanya tulisan ini merujuk kepada kehidupan bangsa Rusia dalam keseluruhan periode sejarahnya tersebut, dimana Islam dan khazanahnya telah mengalami dinamika yang unik; mengalami pasang surut ataupun timbul tenggelam, terkonsentrasi pada wilayah tertentu maupun tersebar di berbagai kawasan.
Gambar 1 : Peta Luas Wilayah Rusia Modern[1]
Rusia modern yang kita saksikan kini, sebagai suatu bangsa yang besar dengan keragaman budaya serta pencapaian kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi, ternyata telah berhutang pada peradaban dan tradisi keilmuan bangsa-bangsa lainnya, tak terkecuali dalam konteks ini peradaban muslim-Arab. Ironisnya kontribusi khazanah Islam terhadap pembangunan tradisi intelektual salah satu bangsa terbesar di dunia ini, hingga kini masih belum mendapatkan perhatian para sarjana dalam arti yang sepatutnya. Bahkan sejak pertama kali penulis berkenalan dengan tradisi intelektual bangsa Rusia ketika menempuh studi di Saint Petersburg State University (akhir 1999) hingga saat ini, karya-karya yang didedikasikan untuk kepentingan dan tujuan tersebut di atas – sekalipun ada namun – masihlah tergolong langka. Tulisan ini hanya mencoba melakukan rekonstruksi terhadap berbagai sumber, data dan informasi tentang kontribusi khazanah keilmuan Islam terhadap tradisi intelektualisme di Rusia, yang sempat penulis peroleh dari berbagai lembaga dan institusi akademis di Rusia dewasa ini. 6
Gambar 2: Academic Council of the Faculty of Oriental Studies St. Petersburg[2]
Tradisi Intelektual Rusia-Islam: Sebuah Dialog Peradaban
Dalam suatu kesempatan seorang tokoh Islam di tanah air, Prof. Dr. K.H. Ibrahim Husein (1977), menuturkan: “…Saya telah berkunjung ke Masjid Moskwa dan berkhutbah di Masjid Tashkent dan Samarkand. Kusaksikan perhatian besar negara untuk melestarikan kekayaan khazanah Islam di Asia Tengah. Satu hal yang sangat kusesali mengapa (umat Islam) di Indonesia mengetahui hanya secuil tentang itu semua.”7 Relevan dengan itu, dalam konteks Rusia modern (pasca keruntuhan Uni-Soviet) informasi serupa dapat dilihat misalnya dari uraian M.M. Rozhanskaya dkk. yang menyebutkan setidaknya sekarang terdapat lebih dari 10.000 judul manuskrip ilmuan Islam hanya dalam koleksi Institute for Oriental Studies di bawah Russian Academy of Sciences yang ditulis dalam bahasa Arab, dan 5000 lainnya dalam bahasa Persia.8 Bahkan M.M. Rozhanskaya menduga keras keberadaan berbagai koleksi keilmuan tersebut memiliki relevansi yang kuat terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan tradisi intelektual yang begitu pesat di Rusia.9
Sementara itu salah seorang orientalis-Islamolog Rusia kontemporer, Anas B. Khalidov, mengajukan angka yang jauh fantastis yakni kurang lebih 50.000-60.000 judul katalogus manuskrip-manuskrip tentang Islam warisan Uni Soviet yang ditulis dalam bahasa Arab, Persia, Turki dan Urdu dapat diakses lewat bantuan pusat-pusat kajian oriental yang ada di Federasi Rusia dewasa ini. Lebih jauh lagi, Anas B. Khalidov juga menyerukan pentingnya upaya pengkajian secara serius terhadap khazanah Islam yang dikoleksi bangsa Rusia tersebut.10
Berbagai pernyataan dan penilaian di atas ternyata sulit untuk dibantah karena lewat pengalaman menarik selama studi di Rusia, penulis menyaksikan bagaimana karya-karya intelektual muslim abad pertengahan telah pula dijadikan sumber-sumber bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern bangsa yang sering disebut-sebut komunis dan atheis (anti-agama) ini. Manuskrip-manuskrip tentang berbagai disiplin ilmu pasti dan ilmu dasar seperti matematika dan algoritma, astronomi dan ilmu bahari, ilmu kedokteran, ilmu sejarah, ethnologi dan anthropologi, yang dihasilkan ilmuwan-ilmuwan Islam abad pertengahan telah dan sebagiannya sedang diterjemahkan secara ekstensif kedalam bahasa Rusia.
Sebagaimana pernyataan M.M. Rozhanskaya terdahulu, tidak berlebihan bila penulis juga sependapat bahwa didalam membangun tradisi ilmiahnya, bangsa Rusia ternyata tidak saja tertarik pada tradisi ilmiah yang menghiasi peradaban-peradaban besar dunia pada masa lalu seperti tradisi Bizantium kuno (yang seringkali dilekatkan dan dijadikan salah satu ikon identitas peradaban Rusia pada umumnya). Karenanya, sekali lagi, lewat tulisan ini penulis bermaksud mendiskripsikan bagaimana bangsa Rusia sesungguhnya telah menjadikan khazanah Islam sebagai rujukan dalam mengembangkan berbagai bidang dan disiplin ilmu pengetahuan modern seperti akan diuraikan berikut ini.
Bidang Ilmu Sejarah, Ethnologi dan Anthropologi
Kontribusi Islam terhadap perkembangan tradisi intelektualisme di Rusia antara lain dibuktikan dalam disiplin ilmu sejarah dan anthropologi. Salah seorang orientalis Rusia, I. Yu Krachkovsky, berpendapat bahwa persentuhan dan persinggungan antara tradisi ilmiah Rusia dengan berbagai tradisi intelektual Islam-Arab telah berlangsung pada masa-masa paling awal yakni sejak abad 9 hingga sekitar penghujung abad 17 M. Dalam periode waktu yang cukup panjang tersebut tradisi skolastik Islam tampak sangat mendominasi baik secara langsung maupun tak langsung (terutama sekali yang terekam lewat tradisi Bizantium, Yunani dan tak terkecuali Yahudi).11
Adalah Nazhim Muhammad al-Dairawi yang menyebutkan peningkatan aktivitas perdagangan dan kontak-kontak lainnya yang terjadi antara bangsa Rusia Kuno (Kievskaya-Rus) dengan bangsa Arab (Islam) pada abad 10 M. Menurutnya dialog peradaban telah berlagsung terutama sekali distimulir oleh upaya-upaya transformasi kultural dan keagamaan bangsa Rusia Kuno yang sebelumnya berbudaya paganis hingga menjadi Kristen-ortodoks pada era pemerintahan Pangeran Vladimir (tahun 988 M). Berbagai informasi tentang kesejarahan, keagamaan dan peradaban agama-agama besar (Kristen, Islam dan Yahudi) telah menembus istana dan perpustakaan pribadi Pangeran Vladimir yang sangat tertarik terhadap tempat-tempat suci keagamaan di wilayah Timur-Arab, Mesir, Syam dan semenanjung Arabia pada umumnya.12
Nazhim Muhammad al-Dairawi juga menunjuk sejumlah besar koleksi numismatik seperti: medali, mata uang logam, stempel dan cap kerajaan atau lainnya milik kekhalifahan Arab-Islam (Umayyah dan Abbasiyah) yang banyak tersebar di Rusia dan di wilayah Baltik, terutama di sekitar Novgorod dan Pskov, maupun di bagian Rusia Tengah, Volga, Yaroslav, Vladimir, Kazan hingga kawasan utara Rusia di dekat Teluk Finlandia. Menurutnya, tarikh tertua dari koleksi numismatik tersebut merujuk ke era dinasti Umayyah, tepatnya era pemerintahan Abd al-Malik ibn Marwan (685-705 M).13 Karenanya al-Dairawi berpretensi kuat untuk membuktikan bahwa bangsa Rusia Kuna telah mulai mengadakan kajian secara intensif terhadap kemajuan peradaban Islam dengan cara melakukan ekspedisi petualangan ke berbagai negeri Arab-Islam jauh sebelum mereka resmi memeluk agama Kristen ortodoks pada tahun 988 M.14
Inilah fondasi paling dasar dan informasi paling fundamental bagi bangsa Rusia dalam menyusun disiplin ilmu sejarah Eropa, bahkan bagi pengetahuan tentang sejarah bangsa Rusia itu sendiri. Nazhim Muhammad al-Dairawi menandaskan kalaupun sumber-sumber literatur dan dokumentasi Rusia Kuno tidak banyak merekam intensitas hubungan dengan bangsa Arab-Islam pada masa-masa paling awal, maka telah ditemukan informasi yang jauh lebih detail pada sumber-sumber literatur Arab tentang Rusia yang diabadikan oleh beberapa geographer-sejarawan-petua
Begitu pula halnya dengan sejarawan al-Mas’udi (w. 956 M) yang mengabadikan peran Muslim ibn Abi Muslim al-Jaramy sebagai salah seorang duta terhandal yang diutus khalifah al-Watsiq (sekitar tahun 231 H/ 845 M) dalam misi perdagangan dengan Romawi. Informasi dan data al-Mas’udi diperkuat Ibn Khurdadbih yang menegaskan bahwa Muslim ibn Muslim al-Jaramy telah pula melakukan misi dagangnya di Rusia dan Bizantium. Data-data Ibn Khurdadbih agaknya jauh lebih detail dan meyakinkan ketimbang al-Mas’udi ataupun catatan biografis dan perjalanan Ibn Hauqal yang juga menyebutkan kesaksian tentang tradisi ritus “membakar mayat” yang dilakukan bangsa Rusia terhadap jenazah, di samping tentang aktivitas Muslim ibn Abi Muslim al-Jaramy di Rusia seperti dimuat al-Mas’udi.
Disamping itu Nazhim Muhammad al-Dairawi menekankan arti penting kesaksian sejarah dari utusan khusus Khalifah Abbasiyah, Al-Muqtadir Billah16, yang dikirim ke Rusia dan negara-negara Baltik. Misi yang dipimpin oleh Syeikh Ahmad ibn Fadhlan ini menandai “era baru” dimulainya hubungan diplomatik antara bangsa Arab-Islam dengan Rusia dan negara-negara Baltik yang terjadi pada awal abad 4 H, atau tepatnya pada tahun 921 M (309 H). Dalam laporannya tersebut, Ahmad ibn Fadhlan mencatat bahwa selain ke Rusia, ia dan rombongan delegasi kekhalifahan juga berkunjung ke Bulgaria, Turki, Khazar, dan wilayah-wilayah perbatasan lainnya. Hingga kini catatan Ahmad ibn Fadhlan dijadikan rujukan utama dalam telaah kesejarahan baik di Arab maupun di Rusia.17
Signifikansi karya Ahmad ibn Fadhlan mendapat pengakuan akademikus Rusia terkemuka, Kristian D. Frein (1782-1851), yang juga menjabat Direktur Museum Asia pada Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (dibangun 1818) di kota Leningrad (kini Saint Petersburg). Dengan jujur Frein menuturkan:
”Sesungguhnya sejarah Rusia dan negeri-negeri sekitarnya pada abad-abad terdahulu tidak banyak dikenal, gelap gulita dan belum menjadi bidang garapan sarjana-sarjana Eropa. Memang benar bahwa sejarawan Rusia, Nestor, telah membukukan beberapa data tentang Bizantium, Frank dan Skandinavia, tapi tidak ditemukan catatan yang mendalam tentang Rusia. Karenanya bila saat itu Eropa mengabaikan Rusia, maka bangsa-bangsa Arab dan Timur lainnya justru telah banyak yang memperbincangkannya. Inilah salah satu saham terpenting bangsa Arab bagi sejarah Eropa (Barat) dan Rusia pada masa lalu”.18
Demikianlah perjalanan panjang yang menggambarkan suatu proses bagaimana tradisi intelektualisme Islam-Arab telah turut menanamkan saham terpentingnya dalam studi dan pengembangan ilmu sejarah di Rusia. Lebih jauh lagi kontribusi nyata tradisi intelektual Islam-Arab tersebut dapat terlihat dalam berbagai edisi laporan dan catatan yang ditorehkan para tokohnya. Sekalipun dituangkan dalam bahasa Rusia untuk konsumsi bangsanya, namun laporan dan catatan-catatan tersebut sarat dengan kosa kata dan terminologi serapan yang diambil langsung dari bahasa Arab.19
Bidang Astronomi dan Astrologi
Sumber-sumber sains dan ilmu pengetahuan Islam dalam bidang astronomi dan astrologi yang turut berjasa bagi pertumbuhan dan perkembangan tradisi intelektualisme Rusia pada masa-masa paling awal dapat ditunjuk sebuah karya ilmiah yang ditulis dalam bahasa Rusia dengan judul “Kosmografi Zhidovstvuyusikh”. Karya ini ternyata telah disusun berdasarkan sistem dan disiplin keilmuan astronomi yang dirumuskan oleh ilmuwan muslim-Spanyol, al-Bitruji (sekitar tahun 1200). Namun agaknya karya al-Bitruji di bidang astronomi ini baru dapat dimanfaatkan dan banyak diserap literatur bangsa Rusia setelah terlebih dahulu ditransfer kedalam tradisi intelektual Yahudi-Arab, seperti tabel-tabel tentang astronomi yang popular disebut “Enam Sayap” (Syestokril) pada abad 17 M dan seterusnya.20
Begitu pula halnya dengan kontribusi tabel-tabel astronomis ciptaan sarjana muslim Ulugh Bek di observatorium Samarkand. Tabel-tabel astronomis tersebut banyak dimanfaatkan para sarjana dan intelektual Rusia setelah G. J. Kehr berhasil menerjemahkannya ke dalam bahasa Latin. Lewat terjemahan berbahasa Latin inilah, tabel-tabel astronomis Ulugh Bek al-Samarqandy, beserta terjemahan Latin tabel “Abu al-Ghozi” tentang rekonstruksi pohon silsilah bangsa Turki dan Rusia, masuk dan mewarnai referensi-referensi disiplin astronomi dan astrologi bangsa Rusia.21
Disamping itu salah satu khazanah keilmuan Islam lainnya yang banyak dimanfaatkan dalam pengembangan disiplin astronomi dan astrologi Rusia, terutama sekali sebagai ilmu bantu dalam dunia bahari (oceanologi), adalah sebuah karya ensiklopedis ilmuan sekaligus bahariwan muslim abad 15 M, Ahmad ibn Majid, yang berjudul Kitab al-fawa’id fi ushul ‘ilm al-bahr wa al-qawa‘id. Manuskrip ini telah diterjemahkan dan dielaborasi kedalam bahasa Rusia oleh T.A. Shumovsky dengan judul Kniga Pol’z ob asnovakh i pravilakh morskoi nauki: Arabskaya Morskaya Ensiklopediya XV veka (Kitab Multiguna tentang Teori-teori Dasar Ilmu Bahari) dan diterbitkan di kota Moskwa, 1984.
T.A. Shumovsky adalah seorang expert Rusia di bidang ilmu kelautan dan dikenal sebagai salah seorang Arabis terkemuka di Rusia. Salah seorang orientalis Rusia kontemporer, G. Reffan, memuji karya Ahmad ibn Majid tersebut sebagai sebuah karya yang berhasil mensintesakan disiplin ilmu astronomi dan navigasi pada abad 15 M yang dimiliki umat Islam.22 Dengan karyanya ini Ahmad ibn Majid (ilmuan muslim asal Oman yang berprofesi sebagai “muallim” pada kapal Vasco da Gama) berhasil memandu pelayaran bangsa Eropa (Portugal) hingga ke Samudera India dan terus menjadi rujukan utama pelayaran dunia hingga beberapa abad kemudian.23
Kajian para akademikus Rusia yang dipelopori T.A. Shumovsky terhadap manuskrip Ahmad ibn Majid pada awalnya dilakukan di Institute for Oriental Studies Saint Petersburg pada tahun 1957 berdasarkan koleksi manuskrip Leningrad bernomor registrasi B 992.24 Dengan segera hasil kajian tersebut mendapatkan respons positif dari berbagai ilmuan mancanegara seperti D. Cohen di Paris25, Izzat al-Nash di Damaskus26, J. Aubin di Lisabone27, M. Canard di Leiden28, H. Ritter di Kairo29, dan lainnya. Apresiasi yang tinggi terhadap hasil kerja intelektual akademikus Rusia tersebut setidaknya datang dari kalangan sarjana Arab lainnya seperti Abd al-Hadi Hashim30 dan Muhammad Ridla al-Syabibi31.
Singkatnya, pengakuan T.A. Shumovsky terhadap keunggulan tradisi navigasi dan ilmu astronomi di kalangan Islam-Arab dapat terlihat dalam pernyataannya bahwa:
“…Sesungguhnya praktek astronomi telah lama dikenal di kalangan bangsa Arab, bahkan sebelum kedatangan Islam, dengan mengandalkan pandangan mata kosong di tengah hamparan gurun pasir… Dari sini lahirlah teori tentang 28 posisi bulan (manazil al-qamar) yang keseluruhannya menggunakan terminologi-terminologi berbahasa Arab… Begitu pula dengan teori-teori pergerakan bintang di langit yang banyak digunakan untuk ilmu navigasi dan pelayaran, kesemuanya telah mengakibatkan perkembangan yang luar biasa daam disiplin ilmu astronomi…Teori-teori tersebut (sebagaimana Al-Qur’an) pada mulanya hanya terpelihara dan dilestarikan lewat tradisi-tradisi lisan masyarakat Arab…Sebagian besar praktek astronomi dan navigasi tersebut baru berhasil ditulis dan dikodifikasi pada masa kekhalifahan Islam...Dunia bahari merupakan salah satu tema utama dalam literatur terpenting umat Islam: Al-Qur’an...suatu tema yang mendapat perhatian besar ilmuan Rusia. 32
Penting dicatat bahwa T.A. Shumovsky termasuk diantara orientalis Rusia yang mempertanyakan dan menggugat klaim bangsa Eropa (terutama bangsa Jerman) yang sering kali menonjolkan kemandirian serta independensi tradisi keilmuan navigasi Eropa.33 Ditegaskannya lebih jauh, kalaupun tema-tema bahari dan pelayaran yang termuat dalam Al-Qur’an tidak mendiskripsikan pengalaman langsung Muhammad (SAW; pen), tapi berdasarkan uraian yang ada setidaknya dapat dimengerti bahwa Muhammad (SAW) telah mengetahui kuatnya tradisi kelautan yang dimiliki bangsa Arab. Dalam konteks ini T.A. Shumovsky merujuk Al-Qur’an Surah (Q.S.) 6:97, Q.S. 10:23-24, Q.S. 14:37, Q.S. 16:14-16, Q.S. 17:68-72, Q.S. 18:78, Q.S. 22:4, Q.S. 24:40, Q.S. 25:55, Q.S. 31:30-31, Q.S. 35:13, Q.S. 36: 41-43, Q.S. 37: 10 dan lainnya.34
Selain karya Ahmad ibn Majid, T.A. Shumovsky juga menyebutkan sebuah naskah ilmuan Islam yang lebih tua dalam disiplin astronomi yaitu manuskrip abad 10 M yang ditulis oleh ‘Abd al-Rahman al-Sufi. Manuskrip koleksi Saint Petersburg, Rusia ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis oleh seorang orientalis Eropa H.C.F.C. Schjellerup pada tahun 1874 dan diberi judul: “Description des etoiles fixes composee au mileu du dixieme siecle de notre ere par l’astronome persan Abd-al-Rahman al-Sufi, traduction litterale.” Namun mengingat bahasa yang digunakan bukan bahasa Rusia tidaklah mengherankan bila karya H.C.F.C. Schjellerup tersebut tidak begitu populer di kalangan publik Rusia.35
Bidang ilmu Fisika-Matematika dan ilmu pasti lainnya
Di antara sedikit apresiasi yang tulus dari kalangan akademisi dan ilmuan Rusia lainnya, kita temukan pengakuan terhadap kontribusi Islam di bidang fisika-matematika dan astronomi. Adalah karya-karya Thusi yang tersebar dan terpencar di beberapa perpustakaan milik negara Rusia modern seperti perpustakaan Saint-Petersburg, Kazan, Tashkent serta Dushanbe telah dikoodifikasi dan dielaborasi oleh M.M. Rozhanskaya, G.P. Matviyevskaya, dan I.O. Lyuter dengan judul Nashir al-Din al-Thusi i ego trudi po matematike i astronomii (Nashir al-Din al-Thusi dan karyanya di bidang matematika dan astronomi) dan diterbitkan di Moskwa pada tahun 1999. Agaknya M.M. Rozhanskaya dkk. telah mengikuti jejak pendahulunya, orientalis besar Rusia bernama B.A. Rosenfeld, yang juga mengakui saham penting tradisi keilmuan Islam dalam bidang fisika-matematika, astronomi dan bahkan optik bagi pertumbuhan dan pengembangan tradisi intelektual di Rusia.36
Beberapa kajian B.A. Rosenfeld dalam disiplin orientalisme dan Islamologi Rusia mempertegas kesaksian tentang kontribusi ilmuwan muslim tersebut di atas terhadap tradisi ilmiah di Rusia. Hal ini dapat dilihat antara lain lewat beberapa tulisannya yaitu: “Arabskiye i persidskiye fiziko-matematicheskiye rukopisi v bibliotekakh Sovietskaya Sayuza” (Manuskrip-manuskrip Arab dan Persia di Perpustakaan Uni-Soviet), Jilid I, Moskwa, 1966; “Vazhnaya Nakhodka po istorii matematiki, astronomi, i optiki” (Penemuan penting dalam sejarah Matematika, Astronomi dan Optik), dipublikasikan dalam Vaprosi istorii yestestvoznaniya i tekhniki (Problematika Sejarah Ilmu Eksakta dan Teknik), No. 47-48, 1974, hal. 75-77; serta sebuah artikelnya berbahasa Inggris dengan judul “A Medieval physico-mathematical manuscript newly discovered in the Kuibyshev Regional Library”, dipublikasikan dalam jurnal “Historia Mathematica”, No. 2, 1975, hal. 67-73.
Sebagaimana B.A. Rosenfeld, M.M. Rozhanskaya dkk. juga dengan berani dan terbuka mengatakan bahwa karya-karya Nashir al-Din al-Tusi (1201-1274) telah meletakkan teori-teori fundamental dalam disiplin ilmu Aljabar, Geometri dan Bilangan, serta ilmu Astronomi. Berkat jasanya pulalah ilmu Trigonometri dapat berdiri menjadi sebuah disiplin keilmuan definitif.37 Disebutkan pula bahwa pada tahun 1259 Tusi mendirikan sebuah observatorium di kota Maragah (sekarang bagian Selatan Azerbaijan) yang dilengkapi dengan koleksi perpustakaan berupa buku-buku ilmiah lebih dari 400 ribu judul katalog. Kini setelah keruntuhan Uni-Soviet sebagian besar koleksi ini tetap dapat diakses di beberapa pusat kajian di Rusia.38
Dewasa ini ilmuan Rusia telah mengkaji beberapa karya Nashir al-Din Tusi yang dihasilkan pada tahun 1265 dan ditulis ulang oleh cicit-muridnya, seorang ilmuan muslim bernama Nizham al-Din al-Naisaburi, pada tahun 1424 dari koleksi Institute for Oriental Studies di kota Tashkent.39 Karya Tusi yang berjudul “Tahrir Ushul Uqlidis” (diterjemahkan dalam bahasa Rusia menjadi: Izlozheniye Nachal Yevklida)40 dan “Risalah al-syafi’iyya ‘an syakk fi al-khuthuth al-mutawazi’iyyah” (Rusia: Traktat, istselyayushii samneniye po povodu parallelnikh linii) adalah beberapa karya di bidang optik yang telah dikaji dengan intensif di Rusia. Sedangkan dibidang matematika terdapat karya Tusi berjudul “Kitab al-syakl al-qitha’ ” (Rusia: Kniga o figure sekusyikh)41, di bidang trigonometri dan astronomi berjudul “Tahrir al-Majisthi” (Rusia: Izlozheniye Al-Magesta), “Risala-i Mu’iniyya dar ‘ilm-i hai’a” (Rusia: Traktat Mu’iniyya po astronomi)42, “Zubdah al-idrak fi al-hai’ah al-aflak” (Rusia: Slivki paznaniya astronomii nebesnikh sfer) serta “Tadzkirah fi ‘ilm al-hai’ah” (Rusia: Pamyatku po astronomi)43. Adapun karya Tusi di bidang aritmatika dan aljabar yang telah diakses ilmuan Rusia berjudul Jawami’ (aw Jami’) al-hisab bi al-takhth wa al-turab” (Rusia: Sbornik po arifmetike s pamoshyu daski i peli).44
Selain khazanah keilmuan Islam warisan Nashir al-Din al-Tusi, ilmuan Rusia ternyata juga cukup akrab dengan beberapa khazanah Islam yang lebih tua yaitu karya-karya Abu Raihan al-Biruni. Untuk itu sebagai contoh dapat ditunjuk buku B.A. Rosenfeld dkk. dengan judul Abu Raihan al-Biruni (973-1048) yang diterbitkan di Moskwa, 1973. Dalam bagian kata pengantar, B.A. Rosenfeld dkk secara terbuka memuji kontribusi sang tokoh dalam pengembangan beberapa disiplin keilmuan seperti: matematika, astronomi, fisika, geografi, minerologi, dan kedokteran modern.45
Lebih jauh lagi B.A. Rosenfeld menyatakan bahwa kini (tahun 1973) beberapa terjemahan terhadap buah karya Al-Biruni telah diterbitkan, seperti: “Khronologiya”46, “Kitab Tahqiq ma li al-Hind” (Rusia: Indiya)47, “Kitab Tahtid nihayah al-amakin li tashhih masafat al-masakin” (Rusia: Geodeziya)48, “Kitab al-Saidana” (Rusia: Farmakognoziya)49, “Al-Maqalah al-salasilah min al-Qakun al-Mas’udy” (Rusia: Kanon Mas’uda)50, “Kitab al-tafhim li awail sina’a al-tanjim” (Rusia: Nauka Zvezd)51, “Kitab al-Jamahir fi haqiqat al-jawahir” (Rusia: Mineralogiya)52, dan beberapa risalah lainnya.
PENUTUP
Sekalipun tidaklah begitu banyak khazanah Islam yang telah dipelajari oleh para ilmuan Rusia, namun tidaklah terlalu berlebihan untuk menyebut terdapat kontribusi Islam yang tidak sedikit bagi pengembangan tradisi intelektualisme di Rusia. Dapatlah disimpulkan bahwa dalam membangun tradisi intelektualismenya, bangsa Rusia ternyata telah menjadikan khazanah Islam sebagai rujukan dalam berbagai bidang dan disiplin ilmu pengetahuan seperti sejarah, anthropologi, fisika-matematika, astronomi, dan astrologi. Dari deskripsi di atas juga dapat ditegaskan bahwa persentuhan dan persinggungan antara tradisi intelektual Rusia dengan khazanah keilmuan Islam telah berlangsung pada masa-masa paling awal yakni sejak abad 9 hingga 17 M. Dalam periode waktu yang cukup panjang tersebut tradisi skolastik-Arab dan Islam tampak sangat mendominasi baik secara langsung maupun tak langsung (lewat tradisi Bizantium, Yunani dan Yahudi).
Sumber-sumber Islam yang turut menanamkan saham besar dan menjadi inspirasi bagi pertumbuhan dan pengembangan tradisi intelektual di Rusia antara lain adalah buah karya beberapa geographer-sejarawan-petua
Dapat digarisbawahi bahwa sesungguhnya kontribusi khazanah keilmuan Islam terhadap tradisi intelektual Rusia merupakan suatu kenyataan yang tak terbantahkan. Rusia modern yang kita saksikan kini, sebagai suatu bangsa yang besar dengan kemajuan peradaban serta berbagai pencapaian ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi sangat jelas telah memetik manfaat yang tidak sedikit dari berbagai khazanah peradaban dan tradisi intelektual Arab-Islam, seperti yang diakui secara jujur oleh beberapa sarjana negeri beruang itu sendiri. Itu semua juga menunjukkan betapa intensitas saling hubungan antar bangsa (dialog global) sejatinya dapat menyumbangkan cukup banyak hal yang berarti bagi perkembangan peradaban manusia secara keseluruhan, khususnya pencapaian-pencapai baru dan inovasi di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan sains. Semoga.
========
DAFTAR PUSTAKA
Al-Beruni, The Chronology of Ancient Nations, transl. by. E. Sachau, London, 1879.
-------, The book of instruction in the elements of the art of Astrology, Ed. and Transl. by R.R. Wright, London, 1934.
-------, Mineralogiya, terj. dan komentar oleh A.M. Belenitsky, Tashkent, 1963.
Burns, Edward Manshal and Philiph Lee Ralph, World Civilization From Ancient to Contemporary, New York: Norton a co., 1964.
Cohen, D., Journal Asitique, t.CCXLV, fasc. No.2, 1957, hal. 219-221.
Canard, M.dalam Arabica, t. V, fasc. III, 1958, hal. 300-301.
al-Dairawi, Nazhim Muhammad. “Mishr wa bilad al-Syam fi kitabat al-rihalah wa al-hujaj al-Rus ma baina al-qarnain 12 – 18”, dalam Maqalat ‘an al-‘alaqat al-Rusiyah-al-‘arabiyyah. Saint-Petersburg, 2002.
-------, “Al-istisyraq bi al-jami’ah Sant-Bitrusburgh (Saint-Petersburg)”, dalam Maqalat ‘an al-‘alaqat al-Rusiyah-al-‘Arabiyyah. Maktabah Akadimiyyah al-‘ulum al-Rusiyyah: Al-markaz al-tsaqafi al-Rusy-al-‘Arabi al-mustaqill. Saint-Petersburg, 2002.
-------, “Al-Islam fi al-istisyraq al-gharby al-mubakkir”, dalam Rusiyya wa al-Alam al-Arabi: Shilat ‘ilmiyyah wa tsaqafiyyah. Maktabah Akadimiyyah al-‘ulum al-Rusiyyah: Al-markaz al-tsaqafi al-Rusy-al-‘Arabi al-mustaqill. Saint-Petersburg, 1998.
-------, “Mu’atstsirat ‘Arabiyyah-Islamiyyah fi al-Adab al-Rusy wa al-Ukrainy”, dalam Maqalat ‘an al-‘alaqat al-Rusiyah-al-‘Arabiyyah. Maktabah Akadimiyyah al-‘ulum al-Rusiyyah: Al-markaz al-tsaqafi al-Rusy-al-‘Arabi al-mustaqill. Saint-Petersburg, 2002. hlm. 61-73.
Encyclopaedia of Islam, E.J. Brill CD Edition, 2003.
Farmakognoziya, terj. dan komentar oleh U.I. Karimov, Tashkent, 1973.
Garaudy, Roger. Janji-janji Islam, terj. Prof. H.M. Rasyidi, Jakarta: Bulan Bintang, 1984.
Geodeziya, terj. dan komentar oleh P.G. Bulgakov, Tashkent, 1966.
Hashim, Abd al-Hadi. Laits al-bahr Ahmad ibn Majid, dalam Muhadlarat al-musim al-tsaqafi, No. 5, 1378H/1959M, hal. 89-114.
Hodson, Marshall. The Venture of Islam, terj. R. Mulyadhi Kertanegara, Jakarta: Paramadina, 1999.
Indiya, terj.oleh Anas B. halidov dan Yu.N. Zavadovsky, Tashkent, 1963.
Islam na territoriy bivshei Rassiiskoi imperiy: Ensiklopedicheskiy slovar’ (Islam di bekas teritori Imperium Rusia: Sebuah Kamus Ensiklopedi). Jilid 1, Sankt-Peterburgskiy filial Instituta Vatokovedeniya (Branch of Institute for Oriental Studies St. Petersburg). Rassiiskaya Akademiya Nauk (Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia), 1999. hal. 48.
Jamaluddin, Wan. “Mengenal Tradisi Awal Arabistika di Rusia: Refleksi Historis terhadap Pertumbuhan Tradisi Intelektual Rusia abad 11-17 M.”. Dirasat: Jurnal Studi Islam dan Peradaban . Vol. 01, No. 01 tahun 2006 Institut Agama Islam Al-Aqidah (IAIA), Klender-Jakarta, 2006.
Kanon Mas’uda, terj. oleh dan komentar oleh P.G. Bulgakov dan B.A. Rosenfeld, Tashkent, 1954-1956.
Khalidov, Anas B. “Collections of Islamic Manuscripts in The Former-Soviet Union and Their Cataloguing” dalam The Significance of Islamic Manuscripts. John Cooper (Ed.) Cambridge University, London, 1992.
Khronologiya: Pamyatniki minuvsikh pakaleniy. Terjemahan dari bahasa Arab dan komentar oleh: M.A. Salye dkk., Tashkent, 1957.
Krachkovsky, I. Yu., Ocherki po istory Russkoi arabistiki (Pengantar Sejarah Arabistika Rusia), Moskwa-Leningrad (kini Saint-Petersburg), 1950.
Lewis, Bernard. The Arabs in History, New York: Harper Raw Publisher, 1966.
-------, Muslim Menemukan Eropa, terj. Jakarta: Pustaka Firdaus, 1988.
Al-Muslimun fi al-Ittihad al-Sufyity: al-Thariq ila Hayah Jadidah. Dar al-Taqaddum, Muskuw, 1977.
an-Nash, Izzat. “Tsalats azhar fi ma’rifah al-bihar”, dalam Revue de l’Academie Arabe de Damas, vol. XXXIII, No. 1, 1958, hal. 139-146.
Paret, Rudi. The Study of Arabic and Islam at German Universities: German Orientalists since Theodor Nöldeke. Steiner Weisbaden, Limburg, Germany, p. 2 dan Maksim Rodinson. Europe and the Mystique of Islam. Seattle and London: University of Washington Press, 1991.
Polnoye sabraniye zakonov Rassiiskoi Imperii s’ 1649 g. (Kompilasi Lengkap Perundang-undangan Imperium Rusia Sejak Tahun 1649). Tom (Jilid) V, 1713-1719. Pechatano (Diterbitkan): 1830 c. 188-189. Pasal 2978.
Rezvan, Ye.A., “Koran i Koranistika (Al-Qur’an dan Qur’anic Studies)”, dalam Islam: Istoriograficheskiye Ocherki (Islam: Beberapa tinjauan historis), Moskwa, 1991.
Risalah Ahmad ibn Fadhlan. Sami Duhhan (Ed. Peny.) Cet. II. Damaskus, 1978.
Ritter, H. dalam Majallah Ma’had al-Makhthuthat al-‘Arabiyyah, al-Mujallid al-Rabi’, al-juz’ al-tsani, 1958, hal. 347-350.
Rosenfeld, B.A., dkk., Abu Raikhan al-Biruni (973-1048), Moskwa, 1973, hal. 4.
Rozhanskaya, M.M., dkk., Nashir al-Din al-Thusi i ego trudi po matematike i astronomii (Nashir al-Din al-Thusi dan karyanya di bidang matematika dan astronomi), Moskwa, 1999.
Russell, Bertrand. History of Western Philosophy, London: Macmillan Co., 1994.
al-Syabibi, Muhammad Ridla. Tsaqafatuna al-bahriyyah wa Syihab al-Din Ahmad ibn Majid, dalam Muhadlarat al-musim al-tsaqafi, No. 5, 1378H/1959M, hal. 199-221.
Shumovsky, T.A., Kniga Pol’z ob asnovakh i pravilakh morskoi nauki: Arabskaya Morskaya Ensiklopediya XV veka (Kitab Multiguna tentang Teori-teori Dasar Ilmu Bahari), Moskwa, 1984.
-------, Tri neizvestniye lotsii Ahmada ibn Majida, arabskogo lotsmana Vasco da Gami, v unikalnoi rukopisi Instituta Vastokovedeniya Akademi Nauk SSSR (Tiga nama tak dikenal staff Ahmad ibn Masjid, muallim Arab Vasco da Gama, dalam manuskrip yang unik dalam koleksi Insitute for Oriental Studies of Russian-Soviet Academy of Sciences), Moskwa-Leningrad, 1957.
Vaskresensky, N.A., Zakonoatel’niye Akti Petra I (Akta-akta Perundangan Raja Peter I). Akademy Nauk Sayuza SSR (Akademi Ilmu Pengetahuan Uni-Soviet), 1945. Ukaz 142, s. 112-113.
Watt, W. Montgomery. Islam dan Peradaban Dunia, Pengaruh Islam atas Eropa Abad Pertengahan, terj. Hendro Prasetyo, Jakarta: Gramedia, 1977.
Kamar hatiku, sekian lama
Suram dan sepi, kekosongan
Aku mencari insan sejati
Untuk menemani hidupku
Adam dan Hawa diciptakanNya
Disemai rasa kasih sayang
Agar bersemi ketenangan
Dan kedamaian di hati
Ku harap hanya keikhlasan
Dan ku rindukan keramahan
Aku inginkan kemesraan
Berkekalan berpanjangan
Mengasihimu, dikasihi
Menyayangimu, disayangi
Merindui dan dirindui
Saling mengerti di hati
Biar hilang kabus di wajahku
Biar tenang resah di dadaku
Terimalah serta kabulkan harapan ini
Oh Tuhan
Ku melafazkan kata penuh makna
Bersaksi Tuhan yang Maha Pemurah
Hidup mati jodoh pertemuan
Ditentu Allah yang Esa
Perkenankan hasrat di hatiku
Moga impian kan dirahmati
Dipertemukan serikandi
Susah dan senang sama harungi
Demi cinta yang hakiki
Oh...
Bait-bait lirik dari lagu dendangan kumpulan inteam membuatku hilang fokus untuk menyemak buku-buku pelajarku. Sungguh indah lagu ini..dan yang pasti itulah yang kuhadapi kini. Hidupku sunyi tanpa insan yang kusayang disisi walaupun rutin harianku sibuk dengan pelbagai aktiviti sekolah. Pandanganku kulayangkan ke luar tingkap yang terbuka luas. Sesekali kelihatan motosikal meredah malam yang sunyi dengan sorotan lampu yang kelam dihadapan rumah sewaku. Angin malam mengelus lembut rambutku.
Hai angin….
Indahnya jika kau membawa khabar gembira
Membawa khabar cintaku yang entah dimana
Memberitahu setianya dia padaku
Kasihnya,cintanya dan rindunya untukku
Begitu juga denganku..wahai angin
Bawalah seluruh cintaku padanya
Agar dia tahu..aku cinta padanya.
Terukir senyuman dibibirku,tatkala hati ini berpuitis. Terer juga aku bermadah pujangga malam-malam nih. Nasib baik dalam hati jek,kalau aku bersuara, sure Amran gelakkan aku. Aku menoleh ke arah ruang tamu, kelihatan Amran sedang asyik menonton Buletin Utama sambil mengunyah keropok ikan yang baru aku goreng petang tadi. Aik! Pulun sorang-sorang nampaknya mamat nih. Tak ingat orang belakang langsung. Aku menggelengkan kepala. Buku-buku latihan matematik yang perlu ku semak dan tanda kupandang sepi. Iskh! Makin dilayan perasaan ni,makin hati aku tak keruan. Aku menyambung kembali tugasku.
“
memejamkan matanya, mulutnya terkumat-kamit membaca doa. Dalam hatinya hanya Tuhan saja yang tahu pelbagai perasaan yang bermain dijiwanya ketika ini. Leeya terasa tidak sanggup melihat keputusan KPLI yang terpapar di skrin desktop di hadapannya kini. Luluskah atau gagalkah dia? Disebalik sudut lain, kelihatan Shida sedang mengerutkan dahinya melihat gelagat pelik Leeya.
--------------------------------------------------------------------
Kehadiran mu
Kau hadir tika ku tersungkur jatuh
Tika aku kecewa..
Tika aku hilang arah..
Tika aku keseorangan..tiada sesiapa
Menghidupkan hatiku yang mati
Menyedarkan aku dari mimpi
Kau hadir saat aku kehilangan
Saat nafasku sesak untuk bernafas
Saat mataku kabur untuk melihat
Memberiku cahaya dalam kegelapan
Menunjukkanku jalan di hadapan
Kau hadir walaupun aku lupa
Kau hadir demi kasih Mu padaku
Kau hadir demi sayang Mu padaku
Kau hadir agar aku menyedari
Adanya Engkau di sisi
Kusedar..aku lupa pada yang mengingatiku
Aku lupa pada yang menyayangiku
Aku lupa pada yang mengasihiku
Aku lupa pada yang merinduiku
Dia..yang merindui kalamNYA di baca olehku
Dia..yang merindui zikir yang bertahmid dibibirku
Dia..yang merindui sujudku padaNYA
Kusedar..aku yang perlu mengingatiNYA
Aku yang perlu merinduiNYA
Aku yang perlu mencintaNYA
Kerna kasih..kerna cintaNYA
Aku kini bahagia...
Suram dan sepi, kekosongan
Aku mencari insan sejati
Untuk menemani hidupku
Adam dan Hawa diciptakanNya
Disemai rasa kasih sayang
Agar bersemi ketenangan
Dan kedamaian di hati
Ku harap hanya keikhlasan
Dan ku rindukan keramahan
Aku inginkan kemesraan
Berkekalan berpanjangan
Mengasihimu, dikasihi
Menyayangimu, disayangi
Merindui dan dirindui
Saling mengerti di hati
Biar hilang kabus di wajahku
Biar tenang resah di dadaku
Terimalah serta kabulkan harapan ini
Oh Tuhan
Ku melafazkan kata penuh makna
Bersaksi Tuhan yang Maha Pemurah
Hidup mati jodoh pertemuan
Ditentu Allah yang Esa
Perkenankan hasrat di hatiku
Moga impian kan dirahmati
Dipertemukan serikandi
Susah dan senang sama harungi
Demi cinta yang hakiki
Oh...
Bait-bait lirik dari lagu dendangan kumpulan inteam membuatku hilang fokus untuk menyemak buku-buku pelajarku. Sungguh indah lagu ini..dan yang pasti itulah yang kuhadapi kini. Hidupku sunyi tanpa insan yang kusayang disisi walaupun rutin harianku sibuk dengan pelbagai aktiviti sekolah. Pandanganku kulayangkan ke luar tingkap yang terbuka luas. Sesekali kelihatan motosikal meredah malam yang sunyi dengan sorotan lampu yang kelam dihadapan rumah sewaku. Angin malam mengelus lembut rambutku.
Hai angin….
Indahnya jika kau membawa khabar gembira
Membawa khabar cintaku yang entah dimana
Memberitahu setianya dia padaku
Kasihnya,cintanya dan rindunya untukku
Begitu juga denganku..wahai angin
Bawalah seluruh cintaku padanya
Agar dia tahu..aku cinta padanya.
Terukir senyuman dibibirku,tatkala hati ini berpuitis. Terer juga aku bermadah pujangga malam-malam nih. Nasib baik dalam hati jek,kalau aku bersuara, sure Amran gelakkan aku. Aku menoleh ke arah ruang tamu, kelihatan Amran sedang asyik menonton Buletin Utama sambil mengunyah keropok ikan yang baru aku goreng petang tadi. Aik! Pulun sorang-sorang nampaknya mamat nih. Tak ingat orang belakang langsung. Aku menggelengkan kepala. Buku-buku latihan matematik yang perlu ku semak dan tanda kupandang sepi. Iskh! Makin dilayan perasaan ni,makin hati aku tak keruan. Aku menyambung kembali tugasku.
“
memejamkan matanya, mulutnya terkumat-kamit membaca doa. Dalam hatinya hanya Tuhan saja yang tahu pelbagai perasaan yang bermain dijiwanya ketika ini. Leeya terasa tidak sanggup melihat keputusan KPLI yang terpapar di skrin desktop di hadapannya kini. Luluskah atau gagalkah dia? Disebalik sudut lain, kelihatan Shida sedang mengerutkan dahinya melihat gelagat pelik Leeya.
--------------------------
Kehadiran mu
Kau hadir tika ku tersungkur jatuh
Tika aku kecewa..
Tika aku hilang arah..
Tika aku keseorangan..tiada sesiapa
Menghidupkan hatiku yang mati
Menyedarkan aku dari mimpi
Kau hadir saat aku kehilangan
Saat nafasku sesak untuk bernafas
Saat mataku kabur untuk melihat
Memberiku cahaya dalam kegelapan
Menunjukkanku jalan di hadapan
Kau hadir walaupun aku lupa
Kau hadir demi kasih Mu padaku
Kau hadir demi sayang Mu padaku
Kau hadir agar aku menyedari
Adanya Engkau di sisi
Kusedar..aku lupa pada yang mengingatiku
Aku lupa pada yang menyayangiku
Aku lupa pada yang mengasihiku
Aku lupa pada yang merinduiku
Dia..yang merindui kalamNYA di baca olehku
Dia..yang merindui zikir yang bertahmid dibibirku
Dia..yang merindui sujudku padaNYA
Kusedar..aku yang perlu mengingatiNYA
Aku yang perlu merinduiNYA
Aku yang perlu mencintaNYA
Kerna kasih..kerna cintaNYA
Aku kini bahagia...
Atas nama cinta aku tidak berani bersumpah untuk segalanya.Apa yang aku tanggung ini pun sudah amat membebankan.Namun aku bersyukur pada Tuhan kerana akalku boleh membawa diriku kearah yang benar menerima hakikat ada hikmah di sebalik yang terjadi biarpun dalam parah.
Kadangkala kata-kata tidak memberi erti,kalau banyak berkata ada yang tak mengerti.Aku yang amat menyayangi mu,aku yang ingin selalu mendampingi mu kalah dan pasrah dalam lelah untuk memadamkan semua tentang mu.Hilang kata-kata buat mu,tiada lagi janji untuk aku beri kalau kau tak mengerti.
Pintamu untuk aku terus mengejar kebahagian,biarkan dirimu terus terluka.Dan kau mahu agar aku tidak menoleh lagi,biar kisah silam terus padam.Kau mohon agar aku terus sejahtera,biarpun kau tahu kita sama-sama terluka.Kau hadiahkan aku dengan kalimah suci milik NYA sebagai penawar hiba di hati dan menemani aku yang kemana jua.Terima kasih pada mu..tapi sampai saat ini adakah kau mengerti kenapa kita perlu menamatkan hubungan ini?
Aku kah yang berkorban atau kau yang terkorban..tiada sudah jawapan untuk ini lagi.Biapun sudah lama berlalu namun aku tidak dapat lari untuk selalu merinduimu dan sebenarnya aku ingin berhenti dari merindui mu kerana merindui diri mu amat membebankan,menyiksakan.Berselisih dengan mu di stesyen LRT masjid Jamek dan di Cafe tempohari adalah ujian yang mencabar jiwaku.Semuanya tiada dalam fikiran namun semua yg berlaku itu dengan izin Allah.Takpe lah..
Bagai seekor burung terbang bebas,aku pergi dan aku pulang,menimba dan menyusuri cerita kehidupan aku dan manusia sekeliling.satu persatu orang yang aku sayangi pergi dariku untuk selamanya.Kau tahu itulah ujian Allah buat ku,aku terima kerana kata mu,aku di uji kerana aku kuat.Dan di sisa-sisa hidup ku ini kau kini pasti mengerti kenapa aku terus bersendiri dan meminta kau pergi..kerana aku tidak mahu kau lebih merana dan terus tersiksa dengan apa yang aku tanggung dan hadapi,biarpun ajal maut dan jodoh di tangan Tuhan namun aku mahu Tuhan temukan kau dengan yang lebih baik untuk masa yang panjang.
Dan..aku tika sujud pada NYA,tidak pernah lupa bersyukur kerana di temukan dengan mu dan aku mohon maaf jua kerana menoktahkan semua ini.
Akhirkata,Kasih.. kupohon maafkan diriku... aku ingin berhenti merinduimu..
Di bawah cahaya itu,
bayangan kaku merenung,
jalan kikir yang rata,
kini lompang semuanya,
kini retak kikirnya,
Di bawah cahaya itu,
bayangan kaku menghela,
nafas yang berat,
sebelumnya umpama dijerat,
sebelumnya umpama disekat,
Di bawah cahaya itu,
bayangan kaku menanti,
malam yang kelam kembali terang,
malam yang dingin kembali suam,
malam yang sepi kembali riuh,
Di bawah cahaya itu,
bayangan kaku tersenyum,
memikirkan,
indahnya hidup seperti mereka,
punya jiwa dan perasaan,
punya duka dan kegembiraan,
punya cinta dan harapan,
Di bawah cahaya itu,
bayangan kaku terus menunggu,
saat melangkah ke arena itu,
saat menjengah ke dunia baru,
meninggalkan jalan kikir,
nafas,
malam,
dan kehidupan...
Kadangkala kata-kata tidak memberi erti,kalau banyak berkata ada yang tak mengerti.Aku yang amat menyayangi mu,aku yang ingin selalu mendampingi mu kalah dan pasrah dalam lelah untuk memadamkan semua tentang mu.Hilang kata-kata buat mu,tiada lagi janji untuk aku beri kalau kau tak mengerti.
Pintamu untuk aku terus mengejar kebahagian,biarkan dirimu terus terluka.Dan kau mahu agar aku tidak menoleh lagi,biar kisah silam terus padam.Kau mohon agar aku terus sejahtera,biarpun kau tahu kita sama-sama terluka.Kau hadiahkan aku dengan kalimah suci milik NYA sebagai penawar hiba di hati dan menemani aku yang kemana jua.Terima kasih pada mu..tapi sampai saat ini adakah kau mengerti kenapa kita perlu menamatkan hubungan ini?
Aku kah yang berkorban atau kau yang terkorban..tiada sudah jawapan untuk ini lagi.Biapun sudah lama berlalu namun aku tidak dapat lari untuk selalu merinduimu dan sebenarnya aku ingin berhenti dari merindui mu kerana merindui diri mu amat membebankan,menyiksakan.Be
Bagai seekor burung terbang bebas,aku pergi dan aku pulang,menimba dan menyusuri cerita kehidupan aku dan manusia sekeliling.satu persatu orang yang aku sayangi pergi dariku untuk selamanya.Kau tahu itulah ujian Allah buat ku,aku terima kerana kata mu,aku di uji kerana aku kuat.Dan di sisa-sisa hidup ku ini kau kini pasti mengerti kenapa aku terus bersendiri dan meminta kau pergi..kerana aku tidak mahu kau lebih merana dan terus tersiksa dengan apa yang aku tanggung dan hadapi,biarpun ajal maut dan jodoh di tangan Tuhan namun aku mahu Tuhan temukan kau dengan yang lebih baik untuk masa yang panjang.
Dan..aku tika sujud pada NYA,tidak pernah lupa bersyukur kerana di temukan dengan mu dan aku mohon maaf jua kerana menoktahkan semua ini.
Akhirkata,Kasih.. kupohon maafkan diriku... aku ingin berhenti merinduimu..
Di bawah cahaya itu,
bayangan kaku merenung,
jalan kikir yang rata,
kini lompang semuanya,
kini retak kikirnya,
Di bawah cahaya itu,
bayangan kaku menghela,
nafas yang berat,
sebelumnya umpama dijerat,
sebelumnya umpama disekat,
Di bawah cahaya itu,
bayangan kaku menanti,
malam yang kelam kembali terang,
malam yang dingin kembali suam,
malam yang sepi kembali riuh,
Di bawah cahaya itu,
bayangan kaku tersenyum,
memikirkan,
indahnya hidup seperti mereka,
punya jiwa dan perasaan,
punya duka dan kegembiraan,
punya cinta dan harapan,
Di bawah cahaya itu,
bayangan kaku terus menunggu,
saat melangkah ke arena itu,
saat menjengah ke dunia baru,
meninggalkan jalan kikir,
nafas,
malam,
dan kehidupan...
Bulan di air
Teman...
Pada suatu ketika kita beriringan berbual mesra
Berbicara soal impian dan harapan
Berlagu melodi riang dan ceria
Menangisi perit dan derita
Bersama, kita mengejar dan menggapai bintang di langit
Yang tidak pasti akan menjadi milik kita
Walaupun ia tidak tergapai
Kita masih memegang utuh tali impian
Agar tidak terlepas dari genggaman
Perjalanan kita masih jauh
Menjadi harapan keluarga, nusa dan bangsa
Pernah kita mencipta impian untuk menggapai kejora bersama
Melangkah ke arah kejayaan bersama
Menghadapi rintangan yang datang
Pernah juga kita berbicara soal cinta
Soal pasangan igauan
Bagaimana menempuh alam dewasa
Yang tenyata cukup berliku
Andai kita tersungkur layu
Masih diharap sokongan bersama
Agar kembali berdiri teguh
Kita umpama pohonan kayu
Bersaingan mencambah daun menghijau
Mengharap sinaran cahaya
Namun masih berkait lengan
Menuju ke puncak bersama
Kini impian yang dahulunya bagai bulan dan bintang
Kian terdampar di lelangit bumi
Tali yang digenggami kian longgar
Menunggu waktu dilepaskan
Pohonan kayu yang utuh kian rapuh
Tiada lagi bualan mesra, impian dan harapan, melodi ceria atau tangisan derita
Semuanya lenyap...bagai bulan di air...
--------------------------
Sendu lara
Dahulu kau ku puja
Dahulu kau ku rindu
Ketika indah semuanya
Bersama menghirup haruman bayu
Kini aku kau lupa
Kini aku kau sisihkan
Tiada keperluan
Bagai sarap yang hina
Manangis hatiku hiba
Tiada berair mata
Hanya linangan di jiwa
Merajuk sendu yang lara
Dahulu aku kau sayangi
Dahulu aku penawar duka
Pengubat rindu di hati
Menjadi teman yang setia
Entah mengapa...
Kini aku kau benci
Kini aku kau sakiti
Bagai mimpi yang buruk
Yang ingin kau hindari
Manangis hatiku hiba
Tiada berair mata
Hanya linangan di jiwa
Merajuk sendu yang lara...
Lukisan realiti
Sejenak ku terbayang masa lalu
Bagai camar terbang tinggi
Di awan di langit membiru
Bebas memburu rindu
Mencari bayangan sinar harapan
Mewarnai sayap yang belum terlukis
Wajah kerinduan
Kini hadir bayangan itu
Bersama sinar yang diharapkan
Menjadi lukisan realiti
Terpahat di sayap tunjang hidupku
Membawaku terbang di awangan indah
Beriringan mencari destinasi
Betapa bahagia tidak terucap
Oleh hati yang berbunga
Mekar mewangi menghiasi
Taman asmara
Inginku tetap beriringan
Bersamamu menuju
Destinasi akhir kehidupan
Walau menuju ke dasar
Mahupun meninggi di awan
Tiadaku sanggup memadammu
Dari terlukis disayapku
Tetap tergambar wajahmu
Mewarnai lukisan realiti cintaku...
-
--------------------------
Jalan kikir, nafas, malam & kehidupan
Di bawah cahaya itu,
bayangan kaku merenung,
jalan kikir yang rata,
kini lompang semuanya,
kini retak kikirnya,
Di bawah cahaya itu,
bayangan kaku menghela,
nafas yang berat,
sebelumnya umpama dijerat,
sebelumnya umpama disekat,
Di bawah cahaya itu,
bayangan kaku menanti,
malam yang kelam kembali terang,
malam yang dingin kembali suam,
malam yang sepi kembali riuh,
Di bawah cahaya itu,
bayangan kaku tersenyum,
memikirkan,
indahnya hidup seperti mereka,
punya jiwa dan perasaan,
punya duka dan kegembiraan,
punya cinta dan harapan,
Di bawah cahaya itu,
bayangan kaku terus menunggu,
saat melangkah ke arena itu,
saat menjengah ke dunia baru,
meninggalkan jalan kikir,
nafas,
malam,
dan kehidupan...
--------------------------
Hati keliru
Tiada ku mengenalimu sehingga hari itu,
Kau berada di situ memandang ku,
Aku di sini berdiam tanpa kata-kata,
Tiada pasti rasa di hati,
Degupan jantung kian pantas berlalu,
Kala dirimu menyapa daku,
Kata-kata tak terluah memandangmu,
Diri membeku kaku menatap renungan,
Rasa hati semakin keliru,
Setiap kali kau berada di situ,
Memandang dan terus merenung,
Tanpa kata dan bicara yang pasti,
Rahsia hatimu tiada ku tahu,
Terus mengejar memburu hatiku,
Ingin ku lari menyembunyi rasa hati,
Yang masih keliru dengan renunganmu,
Benarkah apa yang kau rasa,
Seperti jua yang ku inginkan,
Benarkah apa yang ku rasa,
Seperti jua yang kau harapkan,
Aku masih menunggu kepastianmu,
Mengungkap kata bicara hatimu,
Jika benar apa yang kau rasa,
Akan lerailah segala keliru...
-
--------------------------
Kenangan cinta pertama
Pena menari mengukir rindu,
Ditemani diari pengubat pilu,
Tinta dialir melakar rasa,
Ucapan terakhir buatmu yang ku puja,
Maafkan ku kasih hatimu terasa,
Ucapan ku yang pedih mencengkam jiwa,
Tiada niat ku melontar hina,
Dorongan nafsu cemburu membara,
Pemergianmu meracun jiwa,
Hati yang sedia menangis,
Ditambah luka beritamu yang tragis,
Tiada maaf sempat ku ucapkan,
Padamu yang amat ku cintai,
Tiada lagi ungkapan impian,
Hanya kenangan cinta pertama...
-
--------------------------
Pertikaian di hati
Pertikaian di hati
Bagai peniaga mengaut untung
Siapa berwang
Dia lah menang
Siapa berhutang
Dia lah dicari Along
Pokok pangkalnya wang lah raja
Punca dilema hidup ini
Pertikaian di hati
Bagai kekasih mencari cintanya
Ada cinta
Ada lah kasihnya
Tiada cinta
Sayang, kasih entah ke mana
Pokok pangkalnya cinta lah raja
Punca kecewa jiwa belia jua remaja
Pertikaian di hati
Bagai sahabat dan musuh
Saat bantuan diberi
Dia lah kawan
Saat kata menjadi duri
Dia lah musuh tak dicari
Pokok pangkalnya persahabatan dan permusuhan lah raja
Punca keamanan mahupun kemusnahan manusia
Pertikaian di hati
Bagai raga dan jiwa
Kala raga berasa dahaga
Nafsu penghilang hausnya
Kala jiwa kelaparan
Ibadah dan iman memberi kekenyangan
Pokok pangkalnya raga dan jiwa lah raja
Pembentuk insan berupa fauna
Pembentuk ummah soleh dan solehah
Pertikaian di hati
Gelodak
Percaturan
Perjalanan pentas duniawi
Singgahan sementara jika diamati
Singgahan terakhir memori...
--------------------------
Ada apa di sana?
Berjalan di lorong sepi
Gelita bagai dalam mimpi
Mencari kilauan cahaya
Menyuluh dinihari
Memimpin ke arah sana.
Ada apa di sana?
Yang menanti di hujung cahaya
Ada apa di sana?
Yang memimpin aku ke arahnya.
Semakin aku mengejar
Semakin jauh ia pergi
Sehingga aku tersedar
Terkejut dari mimpi.
Berfikir aku kala sendiri
Merenung kembali kehidupan ini.
Ke arah mana hidupku?
Impian ingin ku tuju
Ke mana destinasiku?
Hentian terakhir perjalananku
Adakah ke arah cahaya itu?
Ada apa di sana?
Yang menanti aku
Yang memburu fikiranku
Ada apa di sana?
Yang membuat ku ragu
Yang meragut ketenanganku.
Persoalan yang tiada hentian
Masih meluru ke arah minda
Setiap kali ku hilang punca
Mencari jalan pulang menuju impian.
-
--------------------------
"Aku..."
Aku...
sepi...
sunyi...
sendiri...
menyusuri hati gundah,
dipenuhi lautan air mata,
yang tiada bertepi,
yang tidak berpelabuhan.
Aku...
sedih...
merintih...
menangis...
jiwa yang tertekan,
ditenggelami hujan batu,
yang menimpa derita,
yang tak terperi sakitnya.
Aku...
tersepit...
diapit...
dicubit...
kata menusuk cuping pendengaran,
menyeksa batin kian terguris,
yang bertambah lukanya,
yang semakin dalam hirisannya.
Aku...
yang kian terdampar di dasar luka,
yang kian hanyut dibayangi kelam,
tanpa cahaya...
: Kekuatan dalam hidup adalah CINTA, kerana cinta... kehidupan akan selalu dapat diteruskan.
--------------------------
Hujan
Dulu
Aku selalu duduk di serambi hatimu
Menunggu saat kau datang
Membawa sekeranjang angan indah
Untuk kurangkai
Membunuh sepi dan sedih
Aku selalu berdiri membilang hari
Menunggu putaran itu berhenti
Rindu untukmu hampir menggunung
Hingga aku bingung
Kemana harus kubuang rindu ini?
Lalu kuambil sepotong rembulan untukmu
Kuletakkan tepat disampingmu
Agar kau bisa membisikkan kata rindu untukku
Saat ku papah matahari
Yang sarat mengusung jutaan sakit
Bintang pula membuka percakapan
Tentang cinta tertunda
Tentang duka nestapa
Tentang segala di dunia
Yang sering mengundang sejuta resah
Saat aku mengusir kegelisahan didada
Giliran ribut menghias malammu
Bulan dan bintang harus diam
Walau aku takut barangkali
Kerana,
Tak lama lagi titik hujan
Bakal membeku dimataku
Kasihan....kau hujan
Kau beri pengkhianatan sejak pertama cinta terbaca
Dan kini mencuba tenangkan segala prasangka
Sejak itu
Aku belajar tak sekadar memaknai benci
Tapi,
tiada lagi bintang di sini
tiada lagi kau atau aku.
nukilan : ~ Awan ~
GO TO TOP PAGE
--------------------------
The Lover
Kau pernah sekali berada di sini
Mengajarku melukis raut sunyi
Mengharapku kan selalu datang
Membawa utaian cerita cinta terpanjang
Kau pernah terlalu sederhana
Memiliki rasa sayang itu
Kerna kalutmu mengungkap resah
Dan dinginmu mengikatmu kemas
Seperti irama cinta ini mulai melirih
Namun getar senyummu itu padaku
Pernah bisa menghidupkan hari-hari suramku yang lalu
Aku pernah menjadi seseorang kepadamu
Teman yang bukan teman
Tapi bimbang terus akanmu
Kekasih yang kau sendiri tahu
Tapi hanya kau yang tahu
Aku pernah selalu kau biarkan
Dan pernah selalu bersedih kerana itu
Tapi aku masih selalu ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu
Aku masih selalu ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu
Aku pernah begitu mencintaimu
Dan memutus untuk percuma begitu
Kerna jiwaku tak mampu memaknai hidup tanpa rasa itu
Biarpun semuanya bukan pernah semudah yang kau kira
--------------------------
Sebuah jalan
Aku tahu, aku akan tersesat lagi
seperti tahun-tahun aku belum mengenalmu
jalanan nampak sama dan aku
tak terbiasa mengingat banyak nama
di jalan ini aku mengenalmu
di jalan ini pula kau belajar meninggalkan
aku menyedarinya dari awal
setiap kali kehilangan, setiap kali menemukan
tapi aku mendapatkan kesedihan di sini
bahkan untuk diriku sendiri
aku terus bergantung padamu
betapa aku takut sendirian
sebab telah banyak aku kehilangan
di setiap simpang, di setiap belok
di mana jalan-jalan bercabang
aku selalu gemetar dan ketakutan
kerna kau sama saja
sering menggoreskan sedikit kenangan
pada tubuhku lalu berebut saling menjauh
di tempat yang ramai ini
orang-orang sibuk dengan nasib sendiri
di sana, di jalanan lain, aku tahu
orang-orang menyambutmu dengan riang
kalau pun aku sampai menyusulmu
meski aku tahu, di tengah kesibukan ini
selalu ada tempat bertanya
aku sudah tak mendapatkan apa-apa
mungkin hanya kata-kata sakit yang bisa kita ingat
sebentuk kekejamanku padamu
di tempat ini
aku tak mengenal apa pun
dan tak berkehendak mengenal apa pun
aku tahu waktu ini akan tiba
akan segera tiba
dan aku sudah lama menyiapkan kemungkinannya
tapi selalu saja tak ada yang siap
ketika sampai di persimpangan
aku tak ingin menangis lagi
mengingatkan kepedihan-kepedihan yang lalu
aku takut tersesat dan tak akan menemukan jalanmu lagi
jalan yang terlalu sibuk
di mana aku merasa begitu kecil dan sendirian
--------------------------
Let the rain fall
Aku tahu manusia bisa berubah
Dari baik jadi buruk
Dari buruk jadi baik
Tapi bukankah kau dan aku ingin jadi lebih baik ?
Waktu memang tak pernah menjanjikan apa pun pada kita
Pada cerita cinta kita
Justeru mengapa ruang hatimu terlalu sempit untukku berlari ?
Adakalanya kita merasa paling benar
Tapi hakikat malam malam yang kita lalui
Tak lagi bisa membuat kita tertawa bahagia
Banyak hal yang merubahnya
Hampir merubah segalanya
Lagu yang setiap kali kau nyanyikan untukku
Pun kini mulai samar-samar kudengar
Dan aku tak tahu mengapa
Aku lupa bila terakhir kali bercerita tentang hujan padamu
Betapa bodoh waktu perdaya kita
Yang tahu betapa mahal cinta
Yang takkan tergantikan oleh sebatas janji yang kau beri
Apa kerna itu kita bisa bertahan dalam diam ?
Mulanya tak bisa kubaca
Rangkai kata yang kau tulis
Di sudut hati
Tapi kini aku jadi lebih mengerti
Cinta tak pernah berdiri sendiri
Bisa tumbuh dan tak bisa jauh
Dariku pun darimu
Andai bibir ini kelu tapi bisa lagi mengeja namamu
Lalu ingin ku kini cuma satu
Berdamai dengan rindumu
--------------------------
Cinta
ketika dingin menghantar suara hatiku padamu
Yang melewati puncak akalmu memikir
Yang membawa pesan ini untukmu
kau seperti malam
yang datang tiba-tiba
ketika aku berjalan
tanpa sesiapa bersama
Ketika rasa takut ini datang
siapa lagi yang bisa membangkitkan keberanian selain engkau
ketika rasa putus asa ini datang
siapa lagi yang akan menumbuhkan harapan selain engkau
ketika angin timur tak menyejukkanku lagi
ketika pepohonan yang rendang tak lagi memayungiku dari terik siang
ketika seluruh hidup yang kurasakan adalah penderitaan
cukupkah sampai di sini keinginan tak akan ada habisnya?
kepuasan tak akan ada hujungnya?
cukupkah sampai di sini pesta kemenangan merayakan kekalahan diri sendiri?
ketika kumenemukan cinta
cinta itu mulai menanamkan sebuah harapan kehidupan untukku
ketika ku terhayal untuk bersama denganmu kembali
merindukan dirimu di sampingku
walau engkau teramat jauh tak terkejar
ternyata aku salah...
betapa telah lama kau tinggalkan kerinduan di hatiku
betapa sekian lama aku terikat dengan kesedihan ini
saat aku tertidur
cinta itu tetap membuat bayangmu berada di seluruh mimpi-mimpi
Dan semuanya membuatku ingin bertanyaMu lagi tuhan,
kenapakah aku teramat menderita untuk rasa sakit ini?
--------------------------
Ku katakan padamu
Sulit memahami manusia
Mengungkap kesedihan dengan tangis
Mengungkap kebahagiaan dengan tawa
Tetapi keduanya menitiskan air mata
Menurutmu cinta adalah jawapan akhir dari segalanya
Tapi bagiku, penolakan bukan hukuman mati bagi yang terdakwa
Ianya seperti kebangkitan setelah mati
Mengawali hidup dengan rasa sakit, menjalani hidup dengan rasa sakit,
dan mengakhiri hidup dengan rasa saki



Tidak ada komentar:
Posting Komentar