Minggu, Februari 21, 2010

Aku adalah ombak



Aku adalah ombak
Aku dan pantai adalah sepasang sahabat
Angin menyatukan dan memisahkan kami

Aku datang dari atas temaram
Untuk menghamburkan perak buihku
Dengan emas pasirnya

Kusejukkan jiwa yang membara
Dengan kelembabanku

Menjelang fajar kusambut semangat jiwa sahabatku
Disenja hari kusambut kerinduan
Saat ia memelukku
Dan ia berkata kaulah sahabat sejatiku

TRAUMA Karya : muahmmad mughis al papua

Mataku terbangun dari kabut biru
Indah wajah itu sejukkan hatiku
Senyumnya kuatkan rentang nadiku
Siapa? Siapa dia?

Ah tak mungkin itu terjadi lagi
Persetan dengan cinta
Apa itu cinta? Apa?
Munafik!!! Topeng semuanya!

Berlenggang pinggang gemerlap kota
Cinta yang agung bertumpuk sampah
Ughh bosan….bosan
Cinta berulang tak kunjung berpulang!

DI MALAM ITU Karya : mughis al papua

Pedihnya kuingat malam itu
Kita duduk berdua di pangkuan malam
Kulihat senyum yang sempurna padamu
Saat kau ingin selalu disampingku
Namun akhirnya, kenyataan yang bicara
Saat bahagia menghiasimu malam itu
Dimana malam melindungi cinta kita
Saat bulan bintang menemani dan bersaksi
Saat itu pula aku harus berkata “ Aku harus pergi “
Walau pun berat bebanku, namun waktu harus bicara
Waktu kan membawaku kembali padamu
Disaat bintang menghiasi malam, seperti saat dimana kita terpisah.

Kuayun kakiku di atas hari yang suram
Melangklah tanpa ragu, namun muram yang kudapat
Hatiku terbakar seperti bara, hingga akhirnya terbelah menjadi dua

Setiap saat selalu begitu, seolah api tlah membenamkan senyumku
Membenamkan keceriaanku

Terimakasih, atas pemberian tajamnya lisanmu
Atas pedasnya perkataanmu

.............................al papua...

Dimanakah perangkapku?
Aku tidak mempunyai perangkap apa pun
Di pulpen ini

Apakah kamu pernah dibenci atau dibedakan?
Aku pernah
Aku telah diprotes dan dibedakan
Ambil tanda dari sajak jahatku, lihatlah waktu
Sakit seperti pikiran kotor anak-anak yang tertinggal
Semua emosi keributan ini mengalir seperti ledakkan samudra
Watak berkembang dari orang tua telah meledakkan aku Dan terus berlanjut

Tidak mengambil apa-apa dari siapa pun yang telah
Memberikan aku neraka
Selama aku bernapas
Teruskan bertengkar di pagi hari
Dan menjaga nama di malam hari
“ Biarkan dia dengan rasa asamnya cuka di mulut dia”

Lihat! Dia bisa menggerakkanku, tapi dia tidak akan pernah
Bisa membayangkanku
Lihat aku sekarang
Aku sudah membuatmu muak terhadapku, benarkah ibu?
Aku telah membuatmu menjadi tidak wajar, benarkah ibu?

Maafkan aku ibu!
Aku tidak pernah bermaksud menyakitimu
Aku tidak pernah bermaksud membuatmu menangis
Maafkan aku ibu

Hidup ini indah jadi jalani saja apa yang Telah di berikan oleh tuhan, memang kamu nga bs lupakan