Minggu, Februari 21, 2010

Nafasku tersekat dalam tangisan

ആകു അസ്ലി papua


Nafasku tersekat dalam tangisan

duhai, mengapa nafas tak lepas bersama jeritan,

sesudahmu tiada lagi kebaikan dalam kehidupan.

Aku menangis karena aku takut hidupku akan kepanjangan.

Kala rinduku memuncak,

Kejenguk pusaramu dengan tangisan

Aku menjerit meronta tanpa mendapatkan jawaban,

Duhai yang tinggal di bawah tumpukan debu,

Tangisan memelukku;

Kenangan padamu melupakan daku dari

Segala musibah yang lain

Jika engaku menghilang dari mataku ke dalam tanah

engkau tidak hilang dari hatiku yang pedih.

Berkurang sabarku bertambah dukaku

Setelah kehilangan Khatamu-l-Anbiya’,

Duhai mataku, cucurkan air mata sederas-derasnya,

Jangan kau tahan bahkan linangan darah.

Ya Rasulullah, wahai kekasih Tuhan

Pelindung anak yatim dan dhuafa

Setelah mengucur air mata lagit

Bebukitan, hutan, dan burung

Dan seluruh bumi menangis.

Duhai junjunganku,

Untukmu menangis tiang-tiang Ka’bah,

Bukit-bukit dan lembah mekah

Telah menangisimu mihrab

Tempat belajar Al-Qur’an di kala pagi dan senja.

Telah menangisimu islam,

Sehingga islam kini terasing di tengah manusia;

Sekiranya kau lihat mimbar yang pernah kau duduki

Akan kau lihat kegelapan setelah cahaya.

Hidup ini indah jadi jalani saja apa yang Telah di berikan oleh tuhan, memang kamu nga bs lupakan