Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah Engaku mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-MU,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
Umar menjawab: “Saya akan
berjalan dengan sungguh-sungguh dan berhati-hati sekali agar tak terkena dengan
duri itu”. Lalu Ubai berkata: “Itulah TAQWA”.
Dari riwayat ini bisa kita
ambil ibrahnya, bahwa TAQWA itu adalah kepekaan batin, kelembutan perasaan,
rasa khauf kepada Allah terus menerus, hingga ia selalu waspada dan hati-hati
agar tidak terkena duri syahwat dan duri syubhat di jalanan. Ia menghindari
perbuatan syirik sejauh-jauhnya, juga menghindari perbuatan syirik
sejauh-jauhnya, juga menghindari semua maksiat dan dosa, yang kecil maupun yang
besar. Serta ia juga berusaha keras sekuat tenaga mentaati dan melaksanakan
perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala, lahir dan batin dengan hati yang
khudlu’ dan merendahkan diri di hadapan Allah Subhannahu
aku tau..aku mencintamu betapa begitu aku menginginkanmu apapun itu.. aku tak mampu ungkap semua rasa itu padamu karena aku tak kan pernah mampu khianati cintaNya padaku aku memang merindumu tapi rinduku padaNya lebih menggebu aku memang ingin selalu bersamamu tapi nyatanya Dia yang tak pernah tinggalkanku kau juga tau.. pandanganku tak pernah ingin lepas darimu namun begitu tak pernah sedetikpun Dia palingkan pandangaNya dariku aku memang mencintamu tapi menjadi kekasihNya.. itu tujuanku